Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Rabu (26/1/2022) terpantau naik tipis untuk emas Antam dan UBS ukuran tertentu.
Berdasarkan informasi di laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dijual seharga Rp506.000, tidak berubah dibandingkan dengan harga pada Selasa (25/1/2022).
Adapun, emas Antam ukuran yang sama dijual pada harga Rp545.000, naik Rp1.000 dari harga kemarin. Lalu, untuk emas UBS ukuran 1 gram, Pegadaian menjual seharga Rp949.000, naik Rp1.000.
Sementara itu, emas Antam ukuran 1 gram dijual senilai Rp984.000, naik Rp3.000 dari harga kemarin.
Emas 24 karat UBS dengan ukuran 5 gram saat ini dibanderol Rp4.647.000, naik Rp3.000, sedangkan cetakan Antam dengan berat yang sama dijual seharga Rp4.687.000, naik Rp17.000.
Sementara itu, emas batangan 24 karat dengan berat 10 gram untuk cetakan UBS dipatok Rp9.244.000, sedangkan cetakan Antam dijual seharga Rp9.315.000.
Emas batangan 25 gram cetakan UBS dihargai Rp23.062.000, sedangkan ukuran 50 gram di Pegadaian dijual seharga Rp46.028.000.
Emas batangan Antam ukuran 25 gram dibanderol Rp23.154.000, sedangkan ukuran 50 gram dijual seharga Rp46.226.000. Untuk ukuran 100 gram, Pegadaian membanderol harga emas UBS sebesar Rp92.020.000, sedangkan ukuran yang sama untuk cetakan Antam seharga Rp92.369.000.
Emas ukuran terbesar di Pegadaian, yaitu 1.000 gram dijual Rp917.842.000 untuk UBS, sementara untuk cetakan Antam dijual Rp922.110.000.
Berikut selengkapnya daftar harga emas 24 karat di Pegadaian, Rabu (26/1/2022):
Tujuh hari setelah pemerintah memberikan subsidi minyak goreng untuk mengendalikan harga yang tinggi pada 19 Januari lalu, masyarakat masih kesulitan memperoleh minyak goreng. Di beberapa minimarket di sejumlah daerah, stok minyak goreng habis lebih cepat.
Selasa (25/1) pagi, stok minyak goreng di salah satu minimarket di Bekasi Barat, Kota Bekasi, masih kosong. Satu hari sebelumnya, stok minyak sempat ada, tapi langsung ludes seketika tidak lama setelah penyuplai memasok barangnya.
"Palingan hari Kamis itu juga enggak tau datang atau enggak," kata salah satu penjaga toko kepada BBC New Indonesia ketika ditanya kapan stok minyak goreng datang lagi.
Cerita kehabisan minyak juga terjadi di Tangerang. Seorang warga, Rizaldy terpaksa pulang dengan tangan kosong setelah mengunjungi dua minimarket yang juga kehabisan stok minyak goreng.
"Tadi kata pekerja di minimarket, sore mereka sempat buka delapan karton, habis dalam tiga menit," ujar Rizaldy, Senin (24/1) malam.
Tristy, warga Pondok Gede, bisa dibilang lebih beruntung. Stok minyak goreng kemasan satu liter di salah satu supermarket sisa lima buah ketika dia datang pada Minggu (23/1) sore.
"Orang-orang heboh. Maksimal kan satu orang beli dua liter. Banyak yang ngajak anaknya. Orang tuanya beli dua liter, anaknya juga dikasih duit, beli dua liter," kata Tristy.
"Jadi bisa beli empat liter satu keluarga."
Baca juga:
Memanfaatkan situasi, kebijakan satu harga belum merata
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menilai stok minyak goreng yang cepat habis di ritel-ritel menandakan masyarakat merespons baik subsidi yang diberikan pemerintah, "tapi pemahamannya mungkin kurang komprehensif".
"Walaupun disampaikan bahwa jaminan dari pemerintah ini selama enam bulan ini berjalan terus, mereka sepertinya mengestimasikan ini hanya kebijakan sementara sehingga mereka melakukan rush (buying)," kata Oke.
Dia juga menduga, beberapa pihak memanfaatkan subsidi pemerintah untuk memborong merek minyak goreng premium "dengan harga murah".
Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat M Sinaga menduga ada pihak yang sengaja melakukan "manipulasi" karena stok dari produsen normal, sesuai dengan konsumsi per kapita yang mencapai 15 kilogram per kapita per tahun.
Menurut ekonom, kata Sahat, pengeluaran masyarakat untuk minyak goreng hanya dua persen dari pengeluaran harian dan fenomena pemborongan ini patut dipertanyakan.
"Untuk apa berebut membeli minyak goreng? Berarti kan ada tujuan," kata Sahat yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI).
Dugaannya, pihak-pihak tertentu yang memborong minyak goreng murah ingin menjual kembali minyak tersebut sebagai minyak curah karena harga minyak curah di pasar masih mencapai Rp18.000.
Oleh sebab itu, pihaknya sudah meminta pengawasan terhadap praktik tersebut dan menyarankan pelakunya mendapatkan hukuman pidana.
"Ini mengacau perekonomian masyarakat. Kan tujuan pemerintah supaya harga itu bisa terjangkau," ujar Sahat.
Sumber gambar,NOVA WAHYUDI/ANTARA FOTO
Kebijakan minyak goreng satu harga—yaitu Rp14.000— yang dibiayai pemerintah, memang belum merata di semua penjual.
Oke mengatakan untuk tahap awal harga itu baru berlaku di ritel-ritel modern karena pasar tradisional membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyamaratakan harga.
Kementerian Perdagangan memberikan para pedagang waktu satu minggu sampai Rabu (26/1) untuk berkomunikasi dengan para penyuplai mereka mengenai kebijakan minyak goreng satu harga.
"Ini yang belum banyak dipahami oleh mereka. Apakah mereka nanti sudah bisa mendapat pasokan dengan harga yang memang dispesifikan dengan harga Rp14.000, sehingga mereka belinya nanti Rp13.000," kata Oke.
Tak hanya itu, para pedagang tradisional juga kebingungan menghabiskan stok minyak goreng yang dibeli dengan harga tinggi sebelum paket kebijakan pemerintah diterapkan. Oke menjelaskan mereka bisa melakukan retur barang dengan distributor dan penyuplai.
Namun, Oke mengatakan, hal itu sulit dilakukan beberapa pedagang karena "banyak sekali pedagang yang belum tertib pajak".
"Masalah itu yang sedang diselesaikan," kata dia.
Di sebuah warung kelontong di Tomang, Jakarta Barat, harga satu liter minyak goreng kemasan mencapai Rp21.000 pada Senin (24/1). Di Bekasi, ada warung kelontong yang masih menjual satu liter minyak goreng seharga Rp20.000.
Sementara di sebuah supermarket di sekitar Glodok, harganya masih mencapai Rp22.000.
Pada Minggu (23/1), Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) akan membantu pemerintah menyiapkan minyak goreng murah untuk operasi pasar dalam lima bulan ke depan di seluruh Indonesia, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.
"PTPN menyiapkan seperempat kapasitas produksi untuk operasi pasar di berbagai daerah. Operasi pasar perdana kami menggelar di Jawa Barat, salah satunya di Cianjur. Setiap bulannya, akan disediakan ratusan ribu liter minyak goreng murah," kata Erick Thohir saat menggelar operasi pasar di Cianjur.
Sumber gambar,ARIF FIRMANSYAH/ANTARA FOTO
Mengapa harga minyak goreng mahal?
Kenaikan harga minyak goreng sejak tiga bulan lalu sebenarnya sudah di prediksi beberapa pihak karena harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar global terus meningkat dan selalu mencetak harga tertinggi sampai Januari ini. CPO merupakan bahan baku minyak goreng.
Beberapa media mengatakan kenaikan harga CPO— yang belum pernah terjadi sebelumnya— disebabkan oleh situasi pandemi yang mengacaukan jumlah permintaan dan pasokan.
Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) memprediksi harga sawit akan tetap tinggi karena biaya pupuk melonjak dan kekurangan tenaga kerja dalam waktu yang lama, dikutip dari Reuters. Perubahan iklim juga dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pasokan CPO.
Oleh sebab itu, pemerintah mencanangkan kebijakan minyak goreng satu harga selama enam bulan karena harga CPO diperkirakan masih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Pengamat ekonomi menilai kebijakan subsidi yang didanai dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) itu sudah tepat untuk mengendalikan harga minyak goreng yang terlalu tinggi, meski sosialisasinya terlalu singkat sehingga menyebabkan panic buying. Tapi, itu sifatnya hanya solusi "jangka pendek".
Peneliti senior dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan pemerintah harus menerapkan kebijakan "special treatment" terhadap pasar dalam negeri.
"Semestinya pemerintah ada kebijakan yang memang memprioritaskan suplai di dalam negeri dulu, baru kemudian ekspor. Kalau sekarang kan treatment-nya sama. Apalagi sekarang harga di internasional lebih tinggi, jadi otomatis para produsen CPO—yang merupakan bahan baku dari minyak goreng—dia akan terdorong untuk menyuplai ke luar negeri dibandingkan ke dalam negeri," kata Faisal.
Dia mengatakan pemerintah harus tegas agar hal ini "tidak terulang" di negara yang menjadi produsen CPO terbesar di dunia.
Namun, Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan tidak setuju dengan wacana memprioritaskan suplai dalam negeri sebelum ekspor, atau yang dikenal dengan Domestic Market Obligation (DMO). Dia mengatakan pasokan di dalam negeri tersedia dan aman.
"CPO di dalam negeri tersedia, harga di dalam negeri dan di luar negeri kan sama saja, berbeda di transportasi saja. Tidak berbeda kalau dari sisi harga. Harga minyak goreng meningkat karena harga CPO meningat," kata Fadhil.
Dia menilai kebijakan subsidi merupakan "mekanisme yang sudah cukup bagus", toh uang subsidi juga didapatkan dari para eksportir kelapa sawit dan harga CPO tak selamanya akan tinggi karena diperkirakan tahun ini akan "mengalami tren penurunan, meski masih tinggi".
Fadhil mengatakan masalah kenaikan harga CPO yang menyebabkan harga minyak goreng naik terlalu kompleks karena disebabkan oleh berbagai faktor dan Indonesia, meski menjadi produsen CPO terbesar di dunia, tidak bisa serta-merta menjadi penentu harga.
Namun, Sahat mengatakan Indonesia bisa saja menjadi penentu harga di industri sawit dunia asalkan bisa meningkatkan produktivitas di dalam negeri.
Beberapa strategi harus dilakukan, seperti pemakaian hasil produksi sawit yang dikonsumsi dalam negeri minimal 60%, mengintensifkan areal pertanian sawit yang ada, memberikan jaminan berusaha bagi petani, meredefinisi sawit yang benar—"jangan mengikuti pola Eropa yang hanya mementingkan lemaknya, padahal nutrisinya tinggi".
Hal lain adalah mengembangkan teknologi mandiri untuk mengolah sawit menjadi minyak yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Lahan-lahan petani yang jutaan hektar itu supaya segera ditingkatkan produktivitasnya, diberikan benih yang baik, dibantu dengan pendanaan, diberikan sertifikat tanah, jadi ada jaminan berusaha. Sampai sekarang dipersulit," kata Sahat.
Hal tersebut nantinya berkaitan dengan penambahan pasokan CPO, yang kata Faisal, juga bisa dilakukan untuk mencegah kenaikan harga minyak goreng di tanah air.
"Tidak mesti dengan ekspansi lahan, perkebunan yang sudah ada saja harus diintensifkan karena produktivitas lahan perkebunan CPO masih relatif rendah dibandingkan negara lain, seperti Malaysia," kata Faisal.
Rio (38), salah satu pedagang di Pasar Serpong mengatakan, hingga saat ini dia masih menjual minyak goreng dengan harga Rp 38.000 per dua liter atau Rp 19.000 per liter.
Kemungkinan harga tersebut akan terus berlaku beberapa hari ke depan sampai stok minyak goreng habis terjual.
"Belum ada (informasi), kami masih jual harganya Rp 38.000 per dua liter. Semenjak Tahun Baru harganya tinggi sampai sekarang belum turun," ujar Rio, saat ditemui, Selasa (25/1/2022).
Menurutnya, para pedagang lain juga akan tetap mematok harga tinggi karena stok yang masih tersedia tidak mungkin dijual dengan harga Rp 14.000 per liter.
"Besok ya tetap jual segitu Rp19.000 per liter, tergantung modalnya. Itu saja modalnya Rp18.200. Harga segitu saja untungnya kecil, apalagi Rp14.000 per liter berapa ruginya?" ucap Rio.
Ia mengatakan, dirinya akan mengikuti aturan dari pemerintah dengan mematok harga minyak goreng Rp 14.000 per liter, asal modalnya dibantu dari subsidi pemerintah.
Rio pun berharap subsidi tersebut dapat terealisasi segera di pasar tradisional, tidak hanya toko ritel modern saja.
Pasalnya, ia mengalami kerugian sejak harga minyak goreng melambung tinggi ketika memasuki Tahun Baru. Ditambah, harga yang ia patok sekarang bersaing dengan harga minyak goreng murah di toko ritel modern sebesar Rp 14.000 per liter.
Secara terpisah, Pengawas Operasional Pasar Serpong Budi Uripto juga mengaku belum menerima informasi dari pihak Dinas Perdagangan (Disperindag) Tangerang Selatan untuk memberlakukan satu harga minyak goreng.
"Dari Disperindag kami belum dapat informasi. Cuma pernah Disperindag menawarkan ke kami mau ada operasi pasar minyak goreng. Tapi setelah rembukan ternyata di pedagang minyak goreng banyak, makanya dibatalkan," ungkapnya.
Karena itu, kata dia, harga minyak goreng di Pasar Serpong kemungkinan besar masih tinggi. Meski demikian, pihaknya siap berkoordinasi dengan Disperindag jika ada instruksi penentuan harga dengan syarat telah berkomunikasi terlebih dahulu dengan pemasok.
"Kalau ada intervensi dari pemerintah ya sangat baik, akan mempengaruhi harga pasar biar cepat normal, karena minyak (stoknya) kan banyak, kenapa harganya tinggi?" pungkas Budi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Masyarakat diimbau agar tak perlu panik dan cemas terhadap stok minyak goreng.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta jajaran Satgas Pangan turun langsung memastikan keseragaman harga minyak goreng di masyarakat."Satgas Pangan juga harus ikut memastikan rantai pasokan minyak goreng aman," ujarnya di Surabaya, Senin (24/1/2022).
Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah menerapkan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14 ribu per liter sehingga diharapkan Satgas Pangan setiap daerah ikut terus memantau pelaksanaannya.Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menegaskan bahwa stok minyak goreng dipastikan aman karena negara telah menyiapkan dana subsidi dari production cost."APRINDO, toko ritel dan semua elemen terkait diharapkan bisa melaksanakan arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa harga minyak goreng sampai pada konsumen terakhir adalah Rp14 ribu," ucap dia.
Di luar toko ritel, kata Khofifah, untuk harga di pasar tradisional masih diberi kesempatan melakukan penyesuaian harga dalam kurun waktu sepekan. Sementara itu, pantauan ANTARA di beberapa pasar dan toko swalayan, tak ada minyak goreng yang berada di rak.Salah seorang karyawan mengaku stok sedang kosong karena habis dibeli oleh pelanggan."Stok kosong minyak goreng karena habis diserbu warga. Ada batasan per orang maksimal satu kemasan isi dua liter. Tidak tahu kapan datang lagi," kata karyawan yang enggan namanya disebut itu.
Di Surabaya, Pemkot setempat memastikan telah melakukan pemantauan stok maupun kebijakan minyak goreng satu harga yang ada di toko ritel modern. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan telah melakukan pemantauan stok dan Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah toko ritel modern."Hasil pemantauan harganya tetap Rp 14 ribu dan stoknya masih aman. Makanya saya bingung di titik tertentu ada yang menyampaikan sampai kehabisan, sampai langka," kata Eri Cahyadi.
Oleh karena itu, mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut mengimbau masyarakat agar tak perlu panik dan cemas terhadap stok minyak goreng.
Harga minyak jatuh sekitar dua persen pada akhir perdagangan Senin (24/1) waktu AS atau Selasa (25/1) pagi WIB. Mengutip Antara, Selasa (25/1), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret tergelincir 1,8 persen atau US$1,62 ke level US$86,27 per barel.
Sementara itu untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Maret, harganya jatuh US$1,83 atau 2,2 persen ke level US$83,31 per barel.
Kejatuhan terjadi setelah kedua harga acuan minyak naik selama lima minggu berturut-turut. Harga minyak naik lebih dari 10 persen sepanjang tahun kemarin hingga membawanya ke level tertinggi sejak 2014 lalu.
Analis menyebut penurunan harga minyak kemarin dipicu kekhawatiran investor atas kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, Federal Reserve AS.
Mereka khawatir percepatan akan menekan aset berisiko termasuk minyak sehingga membuat harganya tertekan. Kekhawatiran bukan tanpa alasan.
Sejak spekulasi The Fed bakal mempercepat kenaikan suku bunga acuan, sejumlah saham Wall Street dan harga minyak merosot.
"Semuanya tertekan," kata mitra di Again Capital Management John Kilduff.
Meski melemah, analis percaya harga minyak akan naik tinggi dalam jangka panjang. Kenaikan dipicu ketegangan geopolitik yang terjadi di sejumlah kawasan, salah satunya antara Rusia dan Barat atas Ukraina.
Selain di kawasan Eropa, ketegangan juga terjadi di Timur Tengah. Ketegangan terjadi antara Uni Emirat Arab dan Houthi.
Awal pekan lalu, UEA mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik Houthi yang mengarah ke mereka. Ketegangan itu memicu kekhawatiran pasar pasokan minyak di Eropa Timur akan terganggu sehingga berpotensi mendongkrak harga minyak.
"Eskalasi lebih lanjut dari situasi di Ukraina dan Timur Tengah memberikan risiko pada kenaikan harga minyak karena negara-negara yang terlibat; Rusia dan UEA adalah anggota penting OPEC+," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat pada hari Senin (24/1) karena aksi jual di Wall Street didorong oleh ketegangan geopolitik atas Ukraina mendukung daya tarik safe-haven. Sementara investor bersiap untuk keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$1.840,16 per ons troi. Sedangkan, harga emas berjangka AS ditutup naik 0,5% pada US$1.841,70.
NATO mengatakan, menempatkan pasukan dalam keadaan siaga di Eropa timur sebagai tanggapan atas pembangunan militer Rusia di perbatasan Ukraina.
"Kisah Ukraina positif untuk emas dan kebijakan Fed pada akhirnya akan berkembang menjadi sedikit lebih konservatif karena Fed masih percaya banyak dari ini akan bersifat sementara," kata Ed Moya, analis senior pasar OANDA.
Aksi jual di Wall Street memburuk akibat ketegangan Ukraina-Rusia dan ekspektasi bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang jauh lebih cepat untuk menjinakkan inflasi yang tinggi.
Tetapi kepala analis pasar CMC Markets Inggris Michael Hewson mengatakan, The Fed tidak mungkin memiliki dampak besar pada emas saat ini "karena pasar lebih khawatir tentang apa yang terjadi di Eropa timur," terutama mengingat kenaikan suku bunga Maret telah diperhitungkan. .
Emas juga tampaknya melepaskan, sampai batas tertentu, tekanan dari arus masuk ke dolar safe-haven saingannya.
Tapi sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
"Dengan asumsi bahwa gelombang penghindaran risiko saat ini pada akhirnya surut ketika The Fed mengatasi ketakutan ini, dan mencegah memburuknya prospek ekonomi, dengan demikian kami percaya bahwa pasar emas dan perak kembali mengalami rebound sementara tetapi tidak bertahan lama," Julius Baer kata analis Carsten Menke.
Di tempat lain, harga perak spot turun 1,9% menjadi US$23,78 per ons troi, platinum turun 1,1% menjadi US$1.017,81, dan paladium naik 2% menjadi US$2.149,35.
DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.
Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tren penurunan harga aset kripto masih berlanjut pada sesi perdagangan Senin (24/1/2022) hari ini. Berdasarkan data Coinmarketcap, sebagian besar harga aset kripto terkoreksi.
Harga kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin, bahkan semakin menjauh dari level 40.000 dollar AS per keping. Pada sesi perdagangan sore hari ini, harga bitcoin diperdagangkan di level 34.987 dollar AS per keping.
Nilai tersebut telah terkoreksi sebesar 2,57 persen selama satu hari terakhir. Jika dilihat selama sepekan terakhir, aset kripto raksasa itu telah mengalami penurunan harga sebesar 18,45 persen.
Sejak awal tahun 2022, harga bitcoin telah terkoreksi lebih dari 20 persen. Bahkan, jika dibandingkan level tertingginya pada November kemarin, yakni 68.990 dollar AS per keping, harga bitcoin sudah anjlok hampir 50 persen.
Penurunan lebih dalam dialami oleh raksasa kripto lain, ethereum. Ethereum diperadagangkan di level 2.370 dollar AS per keping, turun 6,23 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir, dan 27,68 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Investor kripto mulai khawatir dengan prospek aset digital dan instrumen investasi risiko tinggi lainnya, setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memberikan sinyal pengurangan stimulus ekonomi lebih masif dibanding perkiraan sebelumnya.
Tekanan terhadap aset kripto juga datang dari Rusia. Bank sentral Rusia telah menyampaikan opsi pelarangan penggunaan dan penambangan kripto di negara tersebut.
Bukan hanya Rusia, sejumlah negara lain juga tengah mempertimbangkan langkah serupa. Beberapa waktu lalu Perdana Menteri India mengatakan, diperlukan kerja sama global untuk menangan permasalahan yang diakibatkan oleh aset kripto.
Meskipun demikian, tidak semua pihak pesimistis terhadap masa depan kripto. Goldman Sachs beberapa waktu lalu menyatakan, harga aset kripto terbesar, bitcoin, bisa mencapai lebih dari 100.000 dollar AS, dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.