Rechercher dans ce blog

Friday, September 23, 2022

Terungkap! Ini Penyebab Harga Beras Naik Terus - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga beras terpantau masih dalam tren naik. Di Jakarta, hari ini harga berbagai jenis beras naik.

Informasi Pangan Jakarta mencatat, harga beras IR 64 (Ramos) terbang Rp3.000 jadi Rp13.710 per kg, jenis IR 64 (Medium) naik Rp77 jadi Rp9.885 per kg, jenis IR 42 (Pera) naik Rp50 jadi Rp12.138 per kg, dan Setra I (Premium) naik tipis Rp2 jadi Rp12.148 per kg.

Sedangkan, jenis IR.I (IR 64) turun Rp46 jadi Rp11.514 per kg dan Muncul.I turun Rp100 jadi Rp12.368 per kg.


Harga tersebut rata-rata Jakarta hari ini, Jumat (23/9/2022, pukul 10.30 WIB).

Secara nasional, Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag/ EWS Kemendag) mencatat, jika dibandingkan harga 1 Juli 2022, harga beras per 22 September 2022 naik 1,6% atau Rp200 jadi Rp12.700 per kg untuk jenis premium.

Sedangkan harga jenis medium naik 1,92% atau Rp100 jadi Rp10.600 per kg. Data dikutip Jumat (23/9/2022 pukul 10.56 WIB).

Pengamat Pertanian Khudori mengatakan, kenaikan harga beras di musim gadu (musim panen kedua) hingga paceklik sampai masuk panen menuju panen raya adalah siklus normal.

"Tapi, memang nggak selalu begitu, kadang ada juga pengaruh lain, anomali. Saya cek data EWS Kemendag, memang harga naik. Meski kecil, hanya Rp200-an atau 1 koma sekian persen. Tapi, ini hal baru setelah 2-3 tahun terakhir, harga beras relatif tetap stabil antarmusim," kata Khudori kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/9/2022).

Sepanjang tahun 2020-2021, kata dia, dalam kurun waktu 12 bulan, 7 bulan diantaranya, beras jadi salah satu penyebab deflasi.

"Ini nggak pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Kalau ditarik ke sini, selama 2-3 tahun ini, ada pergeseran komoditas penyumbang inflasi, dari sebelumnya beras dominan. Apakah kemudian beras akan jadi komoditas penting penyebab inflasi lagi, belum tahu," kata Khudori.

Data pergerakan harga gabah dan beras BPSFoto: dok. BPS
Data pergerakan harga gabah dan beras BPS

Dia menduga, kenaikan harga beras sebagai dampak kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk pengadaan stok oleh Perum Bulog. Di mana, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberlakukan harga fleksibilitas untuk pembelian beras.

"Ini adalah langkah yang salah dilakukan sebelum panen raya. Kalau diberlakukan di November-Desember, saat paceklik, nggak masalah. Tapi, saat ini, ketika musim gadu, di mana ada bulan tertentu kita minus, langkah Bapanas menaikkan HPP sama saja mendorong kenaikan harga beras di pasar," jelasnya.

HPP Bulog, lanjut Khudori, menjadi referensi bagi harga di pasar. Akibatnya, harga yang diterima konsumen akan naik.

"Yang dilakukan Bulog ini merusak pasar. Memang, harga beras naik ini setidaknya bisa membantu petani. Tapi, apakah benar petani menikmati kenaikan harga ini, harus dicek juga. Yang jelas, ketika harga fleksibilitas diumumkan dan langsung berlaku, harga di pasar otomatis naik," kata Khudori.

Seharusnya, kata dia, kebijakan fleksibilitas diumumkan di saat musim tanam, sehingga bisa menggairahkan petani. Karena sudah bisa memperhitungkan keuntungan ekonomi dari penanaman padi saat musim panen tiba.

Langkah Bapanas tersebut, ujarnya, akan mendorong Bulog bersaing dengan pelaku usaha lain. Akibatnya akan terjadi perebutan pasokan beras.

"Solusinya, Bulog tidak usah masuk ke pasar. Yang penting, stok di akhir tahun terjaga di 1,2 juta ton. Itu masih aman. Dengan catatan, pencairan BPNT jangan sampai telat lagi. Kalau tidak akan terjadi lagi seperti sekarang, orang beramai-ramai borong telur," katanya.

Kenaikan harga beras saat ini, katanya, tidak perlu harus langsung direspons pemerintah.

Seperti diketahui, pemerintah memerintahkan Perum Bulog melakukan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,2 juta ton setara beras. Penugasan tersebut berlaku mulai 2 September sampai 30 November 2022.

Untuk itu, Bulog akan menggunakan harga fleksibilitas, yaitu:

- Rp4.450 per kg gabah kering panen (GKP) di tingkat petani
- Rp5.550 per kg gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan
- Rp5.650 per kg GKG di gudang Bulog
- Rp8.800 per kg beras di gudang Bulog.

Harga fleksibilitas untuk beras ini naik dari harga pembelian Bulog sebelumnya yang ditetapkan Rp8.300 per kg.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga rata-rata gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada bulan Agustus 2022 naik 6,49% terhadap Juli 2022. Melonjak dari posisi Juli 2022 yang hanya naik 0,68% secara bulanan terhadap Juni 2022.

Sementara itu, PIHPS mencatat, harga rata-rata nasional untuk semua jenis beras di tingkat produsen tercatat Rp10.100 di bulan Juli 2022, naik jadi Rp10.300 di bulan Agustus, dan jadi Rp10.500 di bulan September 2022.

Data dikutip Jumat (23/9/2022, pukul 10.24 WIB)

Hal itu menunjukkan, kenaikan harga juga terjadi di tingkat petani. Artinya, petani saat ini dapat menikmati kenaikan harga beras yang terjadi di pasar.

"Artinya, kenaikan memang terjadi dan sedang dalam siklus (tren kenaikan harga saat musim gadu dan paceklik). Data September nanti akan menunjukkan efek dari fleksibilitas harga tadi ke petani," pungkas Khudori.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Hati-hati dengan Beras! Bisa Bikin Rakyat Marah


(dce/dce)

Adblock test (Why?)


Terungkap! Ini Penyebab Harga Beras Naik Terus - CNBC Indonesia
Read More

Rusia Kembali Bikin Harga Minyak Dunia Naik - Kompas.com - Kompas.com

NEW YORK, KOMPAS.comHarga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (22/9/2022) waktu setempat. Pergerakan harga minyak mentah dunia dibayangi oleh sentimen kekhawatiran akan pasokan minyak Rusia dan kenaikan suku bunga.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,8 persen, menjadi 90,58 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 75 sen, atau 0,8 persen, menjadi 83,69 dollar AS per barrel.

Kebijakan Rusia yang kini mulai mendorong wajib militer terbesar, setelah perang dunia mendorong kekhawatiran eskalasi perang di Ukraina lebih lanjut, dan berpotensi akan menghambat pasokan.

Baca juga: Fakta Shell, Raksasa Minyak Dunia yang Asal-usulnya dari Indonesia

“Retorika perang oleh Putin adalah menjadi sentimen yang membayangi pasar minyak dunia,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Hal ini juga diperparah dengan pasokan minyak yang lebih rendah dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

"Ekspor minyak mentah OPEC cukup stabil, sejak terjadinya peningkatan yang cukup tinggi pada awal bulan ini," kata Giovanni Staunovo, analis komoditas di UBS.

Uni Eropa sedang mempertimbangkan pembatasan harga minyak Rusia, demikian juga dengan ekspor teknologi tinggi ke Rusia, serta sanksi jika terjadi eskalasi perang Moskow di Ukraina. Di sisi lain, permintaan minyak mentah China juga masih tertekan oleh pembatasan yang ketat akibat Covid-19.

Setelah The Fed menaikkan suku bunganya sebesar 75 basis poin, kini giliran Bank of England menaikkan suku bunga utamanya sebesar 50 basis poin menjadi 2,25 persen. BoE mengatakan, akan terus melakukan kenaikan suku bunga jika diperlukan untuk menekan inflasi.

Kenaikan suku bunga acuan juga dilakukan oleh beberapa negara lain termasuk Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin, disusul oleh Bank Nasional Swiss, dan Bank Norges.

Di sisi lain, Bank sentral Turki secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakannya sebesar 100 basis poin menjadi 12 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan sebagian besar bank sentral di seluruh dunia yang menaikkan suku bunganya.

Baca juga: Gonta-ganti Kebijakan: Minyak Tanah ke Elpiji, Elpiji ke Jargas, Kini Elpiji ke Kompor Listrik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Rusia Kembali Bikin Harga Minyak Dunia Naik - Kompas.com - Kompas.com
Read More

Thursday, September 22, 2022

Harga Emas Jeblok Lagi! Cuma Putin Yang Bisa Bikin Naik - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas kembali jeblok. Pada perdagangan Kamis (22/9/2022) pukul 7:14 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.662/ troy ons. Harga emas jeblok 0,67%.

Pelemahan hari memperpanjang volatilitas harga emas dalam sepekan terakhir di mana emas biasanya melemah pada pagi hari tetapi kemudian menguat pada penutupan. Pada perdagangan Rabu (21/9/2022), harga emas menguat 0,64% ke posisi US$ 1.673,74 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas masih menguat 0,31% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas menyusut 3,8% sementara dalam setahun anjlok 5,6%.


Analis dari High Ridge Futures David Meger mengatakan sesuai dugaan emas akan melemah setelah pengumuman kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Sesuai ekspektasi pasar, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis points (bps) menjadi 3-3,25% pada Kamis dini hari. Namun, pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell yang masih hawkish membuat emas makin tersungkur.

"Kami tegaskan lagi jika The Fed akan tetap menurunkan inflasi ke kisaran 2% dan kami akan melakukan tugas kami sampai target terpenuhi," tutur Powell, seperti dikutip dari CNBC International.

The Fed diproyeksikan akan menaikkan suku bunga hingga ke level 4,6% pada tahun depan.

"Kenaikan suku bunga memang sudah diperkirakan tetapi komentar hawkish membuat emas akan terus berada dalam tren pelemahan." tutur analis Standard Chartered Suki Cooper, kepada Reuters.

Analis independen Ross Norman mengatakan harga emas sempat terangkat karena ketegangan yang meningkat di Ukraina. Jika ketegangan terus meningkat maka harga emas bisa terangkat.

Seperti diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer Rusia secara parsial, Rabu (21/9/2022). Sebanyak 300.000 tentara cadangan akan dipanggil untuk bertugas dalam konflik dengan Ukraina.

"Peningkatan mobilitas dan eskalasi di Ukraina bisa memicu kekhawatiran sehingga bisa menopang harga emas ke depan," ujar Norman.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Kilaunya Makin Meredup, Harga Emas Turun Lagi


(mae/mae)

Adblock test (Why?)


Harga Emas Jeblok Lagi! Cuma Putin Yang Bisa Bikin Naik - CNBC Indonesia
Read More

Sempat Galau, Harga Minyak Goreng Ternyata Turun Terus - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak goreng terpantau terus. Semakin menjauhi target eceran tertinggi yang dipatok pemerintah Rp15.500 per kg atau Rp14.000 per liter.

Meski, secara harian, harga minyak goreng, semua jenis, secara rata-rata nasional terpantau berfluktuasi sebelum mencapai titik stabil di penutupan perdagangan.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, harga rata-rata nasional minyak goreng terus turun, terutama sejak pekan keempat Juni 2022 hingga saat ini pekan ketiga September 2022.


Data PIHPS per hari ini, Kamis (22/9/2022 pukul 15.28 WIB), harga rata-rata minyak goreng semua jenis turun signifikan jadi 19.000 per kg dari posisi Rp22.500 per kg pada pekan keempat Juni 2022.

Berdasarkan jenis, harga minyak goreng curah pada pekan keempat Juni 2022 masih bertengger di Rp16.700 per kg, lalu turun jadi Rp15.000 per kg di pekan keempat Juli 2022, lalu jadi Rp14.300 per kg di pekan kelima Agustus 2022, dan per hari ini Rp14.000 per kg.

Untuk jenis kemasan bermerek I, harga pada pekan keempat Juni 2022 masih Rp25.450 per kg, lalu turun jadi Rp23.650 per kg di pekan keempat Juli 2022, jadi Rp22.350 per kg pada pekan kelima Agustus 2022, dan saat ini di Rp21.800 per kg.

Sedangkan jenis kemasan bermerek II, harga pada pekan keempat Juni 2022 tercatat Rp24.350 per kg, lalu turun jadi Rp22.250 di pekan keempat Juli 2022, jadi Rp20.750 per kg di pekan kelima Agustus 2022, dan saat ini Rp20.150 per kg.

Sementara itu, Bank Indonesia memprediksi, hingga pekan ketiga September 2022 inflasi sebesar 1,09% (mtm/ bulanan).

Komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai dengan minggu ketiga adalah bensin, angkutan dalam kota, angkutan antar kota, telur ayam ras, dan beras, serta rokok kretek filter, dan bahan bakar rumah tangga.

Sedangkan, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu ketiga September yaitu bawang merah (-0,05%mtm), minyak goreng dan cabai merah masing-masing sebesar (-0,03% mtm), cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan masing-masing sebesar (-0,02% mtm), serta tarif angkutan udara sebesar (-0,01% mtm).


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Harga Minyak Goreng Wilmar Paling Murah, Ini Selisihnya


(dce/dce)

Adblock test (Why?)


Sempat Galau, Harga Minyak Goreng Ternyata Turun Terus - CNBC Indonesia
Read More

Harga Rumah Bisa Makin Mahal Bulan Depan, Pengembang Teriak - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bakal berakhir pada bulan September ini. Efeknya bisa berdampak pada harga rumah komersial mulai bulan depan.

Kalangan pengusaha properti pun mendorong agar pemerintah memperpanjang relaksasi ini hingga akhir tahun mendatang.

"Permohonan saya dilanjutkan, karena bicara ekonomi Covid selesai ini harus dibantu," kata Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/9/22).


Adapun alasan agar relaksasi ini berlanjut karena penyerapannya hingga kini belum optimal. Dari nilai relaksasi yang tersedia, yang baru digunakan baru sebagian kecil.

"Omsetnya Rp 4 triliun, PPN-nya Rp 200 miliar, padahal yang dianggarkan Rp 1,7 triliun PPN-nya," kata Totok.

Aturan PPN DTP yang berlaku saat ini tertuang dalam PMK Nomor 6/PMK.010/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2022 yang ditetapkan pada 2 Februari 2022.

Besaran PPN DTP adalah 50% atas penjualan rumah paling tinggi Rp 2 miliar, serta 25% atas penjualan rumah dengan harga di atas Rp 2 s.d. Rp 5 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Jangan Kaget! 'Diskon Pajak' Ini Segera Berakhir


(hoi/hoi)

Adblock test (Why?)


Harga Rumah Bisa Makin Mahal Bulan Depan, Pengembang Teriak - CNBC Indonesia
Read More

Wednesday, September 21, 2022

Harga Minyak Turun 1 Persen Usai The Fed Kerek Bunga Acuan - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak turun sekitar 1 persen ke level terendah hampir dua minggu dalam perdagangan pada Rabu (21/9) sore waktu AS atau Kamis (22/9) pagi WIB.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 79 sen atau 0,9 persen ke US$89,83 per barel. Itu merupakan harga penutupan terendah sejak 8 September.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$1 atau 1,2 persen ke US$82,94 yang merupakan harga penutupan terendah sejak 9 September.

Padahal di awal sesi perdagangan kemarin, minyak berhasil terbang lebih dari US$2 per barel.

Analis menyebut kejatuhan harga minyak terjadi akibat keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin ke kisaran 3,00 persen-3,25 persen demi mengerem lonjakan inflasi.

Kenaikan itu memicu kekhawatiran pasar bahwa ke depan gerak ekonomi akan melambat. Apalagi, The Fed masih mengisyaratkan akan menaikkan bunga acuan lebih besar lagi.

[Gambas:Video CNN]

Selain sentimen itu, minyak juga mendapatkan tekanan dari penurunan permintaan bensin di AS selama empat minggu terakhir. Data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan permintaan minyak turun menjadi 8,5 juta barel per hari (bph), terendah sejak Februari.

"Tekanan yang menonjol adalah melemahnya permintaan bensin yang berkelanjutan. Ini benar-benar yang menghantui pasar ini," kata Analis di Again Capital LLC di New York John Kilduff.

Akibat sentimen-sentimen itu, harga minyak dunia yang sempat menguat 2 persen di awal perdagangan akibat rencana Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan 300 ribu pasukan cadangan untuk berperang melawan Ukraina menjadi terhenti. 

(mrh/agt)

Adblock test (Why?)


Harga Minyak Turun 1 Persen Usai The Fed Kerek Bunga Acuan - CNN Indonesia
Read More

Harga Minyak Turun 1 Persen Usai The Fed Kerek Bunga Acuan - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak turun sekitar 1 persen ke level terendah hampir dua minggu dalam perdagangan pada Rabu (21/9) sore waktu AS atau Kamis (22/9) pagi WIB.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 79 sen atau 0,9 persen ke US$89,83 per barel. Itu merupakan harga penutupan terendah sejak 8 September.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$1 atau 1,2 persen ke US$82,94 yang merupakan harga penutupan terendah sejak 9 September.

Padahal di awal sesi perdagangan kemarin, minyak berhasil terbang lebih dari US$2 per barel.

Analis menyebut kejatuhan harga minyak terjadi akibat keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin ke kisaran 3,00 persen-3,25 persen demi mengerem lonjakan inflasi.

Kenaikan itu memicu kekhawatiran pasar bahwa ke depan gerak ekonomi akan melambat. Apalagi, The Fed masih mengisyaratkan akan menaikkan bunga acuan lebih besar lagi.

[Gambas:Video CNN]

Selain sentimen itu, minyak juga mendapatkan tekanan dari penurunan permintaan bensin di AS selama empat minggu terakhir. Data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan permintaan minyak turun menjadi 8,5 juta barel per hari (bph), terendah sejak Februari.

"Tekanan yang menonjol adalah melemahnya permintaan bensin yang berkelanjutan. Ini benar-benar yang menghantui pasar ini," kata Analis di Again Capital LLC di New York John Kilduff.

Akibat sentimen-sentimen itu, harga minyak dunia yang sempat menguat 2 persen di awal perdagangan akibat rencana Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan 300 ribu pasukan cadangan untuk berperang melawan Ukraina menjadi terhenti. 

(mrh/agt)

Adblock test (Why?)


Harga Minyak Turun 1 Persen Usai The Fed Kerek Bunga Acuan - CNN Indonesia
Read More

Lebih Murah dari Daihatsu Sigra, Harga Mobil Listrik DFSK Mini EV Mulai Rp 120 Juta Jika Kena Subsidi - MSN

Lebih Murah dari Daihatsu Sigra, Harga Mobil Listrik DFSK Mini EV Mulai Rp 120 Juta Jika Kena Subsidi © Disediakan oleh GridOto DFSK Mini ...