Rechercher dans ce blog

Tuesday, August 9, 2022

Investor Wait & See, Harga Tembaga Turun - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tembaga dunia melemah pada perdagangan hari ini menjelang pengumuman data inflasi Amerika Serikat (AS).

Pada Selasa (9/8/2022) pukul 13:18 WIB harga tembaga dunia tercatat US$ 7.963,5 per ton, turun 0,3% dibandingkan posisi kemarin.


Investor tampak masih wait and see menanti rilis inflasi Amerika Serikat yang bisa menjadi petunjuk mengenai kebijakan moneter bank sentral. Berdasarkan jajak pendapat yang dihimpun Reuters, inflasi As diperkirakan akan melandai pada Juli 2022. Prediksinya akan berada di level 8,7% year-on-year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yakni 9,1% yoy.

Akan tetapi, ada potensi bank sentral AS (Federal Reserves/The Fed) untuk menaikkan suku bunga yang agresif memberi tekanan bagi tembaga setelah rilis data pekerja pekan lalu.

Menurut perangkat FedWatch milik CME group, para pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 35,5% The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) menjadi 2,75-3%. Sementara ekspektasi kenaikan suku bunga mencapai 75 bp sebesar 64,5%.

Kebijakan moneter yang ketat saat ini merupakan langkah besar karena meningkatkan kemungkinan resesi selama tahun depan menjadi 40%, berdasarkan jajak pendapat ekonom Reuters pada akhir Juli lalu.

Hal ini dapat mempengaruhi permintaan logam dasar industri seperti tembaga Saat permintaan turun, harga pun mengikuti.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Turun Lagi! Harga Tembaga Termurah dalam 17 Bulan


(ras/ras)

Adblock test (Why?)


Investor Wait & See, Harga Tembaga Turun - CNBC Indonesia
Read More

No comments:

Post a Comment

Lebih Murah dari Daihatsu Sigra, Harga Mobil Listrik DFSK Mini EV Mulai Rp 120 Juta Jika Kena Subsidi - MSN

Lebih Murah dari Daihatsu Sigra, Harga Mobil Listrik DFSK Mini EV Mulai Rp 120 Juta Jika Kena Subsidi © Disediakan oleh GridOto DFSK Mini ...