Rechercher dans ce blog

Friday, December 2, 2022

Harga Telur Meroket! Bapanas: Ada Oknum Pengusaha yang Main-Main - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan kenaikan harga telur ayam dalam satu bulan terakhir terjadi, salah satunya karena ada oknum pengusaha yang berusaha menaikkan harga.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengaku pelaku usaha tersebut menaikkan harga di atas harga acuan penjualan/pembelian (HAP) yang telah ditetapkan, yaitu Rp27.000 per kilogram (kg) untuk tingkat konsumen.

Arief melaporkan pihaknya telah bekerja sama secara intensif dengan para pelaku usaha serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk memonitor pergerakan harga dan penyesuaian harga telur ini.

“NFA terus berkoordinasi dengan peternak layer besar, peternak mandiri dan Satgas Pangan untuk menyesuaikan harga jual telur di farm gate sesuai HAP,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/12/2022).

Sementara itu per hari ini, Sabtu (3/12/2022), berdasarkan pantauan Bisnis di Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga telur ayam rata-rata di angka Rp29.080 per kg. Sementara dalam data Kementerian Perdagangan, harga telur ayam telah mencapai Rp30.200 per kg.

Badan Pangan Nasional juga telah meminta para peternak layer dan pedagang telur untuk membeli dan menjual telur ayam ras sesuai dengan HAP yang telah disepakati dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No. 5/2022.

Berdasarkan Perbadan tersebut harga acuan pembelian di tingkat produsen (peternak layer) berada di kisaran Rp 22.000/kg-Rp 24.000/kg, sedangkan harga acuan penjualan di tingkat konsumen Rp 27.000/kg.

“Melalui surat resmi di pertengahan November kami telah meminta seluruh Asosiasi Peternak, Pedagang, serta sejumlah Koperasi agar mematuhi HAP sesuai Perbadan No. 5/2022,” terangnya.

Arief juga tidak memungkiri, selain peningkatan permintaan pasar menjelang HBKN Nataru, salah satu faktor penyebab kenaikan harga telur adalah kenaikan harga input produksi terutama jagung pakan.

Maka dari itu, tambahnya, pihaknya terus memperkuat tata kelola jagung nasional karena berdampak secara signifikan terhadap harga pokok produksi telur dan produk peternakan unggas lainnya, mengingat jagung merupakan salah satu komponen pakan unggas yang banyak digunakan.

“Pembenahan tata kelola jagung sudah kami mulai dengan Perbadan No. 5/2022 yang juga mengatur HAP jagung di tingkat produsen dan konsumen. Kami juga mendorong adanya Cadangan Jagung Pemerintah sesuai amanat Perpres No. 125/2022,” paparnya.

Arief memastikan, langkah penendalian harga ini telah sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, yang meminta agar semua pihak memperhatikan kesiapan bahan pangan dan energi setiap menjelang hari besar keagamaan dan nasional. Hal tersebut penting mengingat dalam kondisi tersebut akan terjadi lonjakan konsumsi dan mobilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Konten Premium

Adblock test (Why?)


Harga Telur Meroket! Bapanas: Ada Oknum Pengusaha yang Main-Main - Bisnis.com
Read More

Realisasi Inflasi Indonesia November Melandai Ditopang Harga Pangan yang Stabil pasca Penyesuaian Harga BBM - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
HM.4.6/714/SET.M.EKON.3/12/2022

Realisasi Inflasi Indonesia November Melandai Ditopang Harga Pangan yang Stabil pasca Penyesuaian Harga BBM

Jakarta, 1 Desember 2022

Tekanan inflasi Indonesia pada November 2022 melandai dari tingkat inflasi bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi November 2022 tercatat sebesar 5,42% (yoy), menurun dibanding inflasi bulan Oktober 2022 sebesar 5,71% (yoy). Penurunan ini ditopang inflasi Volatile Food (VF) yang menurun karena extra effort pengendalian inflasi seluruh pihak di tengah inflasi Administered Prices (AP) yang masih tinggi. Sementara secara bulanan, pada November tercatat mengalami inflasi sebesar 0,09% (mtm).

“Pencapaian inflasi Indonesia masih tetap terkendali di tengah tren inflasi tinggi yang masih terjadi di berbagai negara. Seperti Uni Eropa saat ini inflasinya tercatat sebesar 10% (yoy) pada November 2022. Kemudian India dan US yang realisasi inflasinya masing-masing tercatat sebesar 6,77% (yoy) dan 7,7% (yoy),” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (1/12).

Berdasarkan komponen, volatile food tercatat mengalami deflasi sebesar -0,22%% (mtm) atau 5,70% (yoy). Beberapa komoditas pangan yang menyumbang terhadap inflasi November yakni telur ayam ras, tomat, beras, tempe, tahu mentah dan bawang merah. Sementara komoditas yang menyumbang andil deflasi m-to-m yakni cabai merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,08% dan -0,03%.

Harga telur mengalami kenaikan disebabkan pasokan yang terbatas di tengah peningkatan permintaan sepanjang November. Terbatasnya pasokan merupakan dampak dari afkir dini oleh peternak pada saat stok melimpah dan harga turun pada momen Puasa - Lebaran 2022 (April/Mei). Komoditas beras juga masih mengalami inflasi namun mulai melemah.

Inflasi inti tercatat sebesar 0,15% (mtm) atau 3,30% (yoy), khususnya berasal dari andil komoditas emas perhiasan yang menyumbang inflasi sebesar 0,01% (mtm). Inflasi inti tetap stabil pada kisaran 3%, menunjukkan bahwa permintaan masyarakat konsisten tinggi seiring pemulihan ekonomi yang semakin kuat. Di saat permintaan asing sedang mengalami penurunan cukup dalam akibat kondisi ekonomi global yang cenderung melemah, permintaan domestik tetap menguat, sehingga kinerja PMI Manufaktur Indonesia pada November 2022 terus melanjutkan level ekspansif selama 15 bulan beruntun dengan berada di posisi 50,3. Performa ini semakin menunjukkan solidnya fundamental ekonomi dalam negeri karena kinerja PMI Manufaktur di berbagai negara di dunia justru jatuh ke level kontraktif, seperti Zona Eropa (47,3), Jepang (49,0), Jerman (46,7), China (*Okt: 49,2). Di saat yang sama, level PMI Indonesia juga berada di atas beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia (47,9), Vietnam (47,4), dan Myanmar (44,6).

Untuk komponen Administered Prices, mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm) atau 13,01% (yoy), menurun dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,33% (mtm) atau 13,28% (yoy). Komoditas AP yang memberikan andil terhadap inflasi November yaitu rokok kretek filter dan rokok putih. Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) tertimbang 10% yang di umumkan pada 3 November 2022. “Dampak dari penyesuaian BBM terhadap sektor transportasi telah mereda pada November. Hal ini terlihat dari kelompok Sektor Transportasi yang tidak memberikan andil (0,00%) pada inflasi November 2022,” ungkap Menko Airlangga.

Beberapa intervensi dari Pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam upaya menekan inflasi antara lain dilakukan melalui pengendalian pasokan, pemberian subsidi transportasi, operasi pasar, dan gerakan masyarakat misal gerakan tanam pangan cepat panen. Selain dari anggaran existing, beberapa program tersebut dialokasikan melalui anggaran belanja wajib perlindungan sosial sebesar 2% dari Dana Transfer Umum (DTU). Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan per 30 November 2022, realisasi belanja wajib perlindungan sosial sebesar Rp954,50 milliar.

Kementerian Keuangan juga kembali mengucurkan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp1,5 triliun untuk penghargaan kinerja tahun berjalan periode kedua tahun 2022 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan No 170/PMK.07/2022.  Penurunan inflasi daerah menjadi salah satu ketegori kinerja dengan bobot prioritas tertinggi yakni sebesar 31%. Terdapat 40 daerah yang terdiri dari 15 kota, 15 kabupaten dan 10 provinsi yang mendapat alokasi DID dari kategori kinerja penurunan inflasi.

“Meski pencapaian inflasi pasca penyesuaian BBM tetap terkendali, namun Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi untuk mengantisipasi potensi peningkatan permintaan maupun harga pada momen HBKN Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 dengan berbagai upaya extra effort dengan memastikan kecukupan pasokan maupun harga yang stabil. Optimalisasi penggunaan anggaran belanja wajib perlindungan sosial dari DTU juga akan terus didorong hingga akhir tahun untuk mendukung pencapaian inflasi Indonesia tahun 2022 tetap terkendali,” pungkas Menko Airlangga. (dep1/rep/fsr)

***

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto

Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: humas@ekon.go.id
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia

Adblock test (Why?)


Realisasi Inflasi Indonesia November Melandai Ditopang Harga Pangan yang Stabil pasca Penyesuaian Harga BBM - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Read More

Perih Nasib Petani RI, Harga-harga Naik, Mau Dihajar Impor - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menolak wacana impor beras sekitar 500 ribu ton. Pasalnya, menurut Sekjen HKTI Sadar Subagyo, pemerintah sendiri menyatakan Indonesia surplus beras 6,7 juta ton di tahun 2022.

Subagyo mengutip data Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan produksi beras nasional tahun 2022 akan berlebih 1,7 juta ton. Ditambah stok tahun 2021 (carry over) menjadikan surplus hingga akhir tahun 2022 diprediksi mencapai 6,7 juta ton.

"Dengan demikian, HKTI menolak wacana impor beras tahun ini," kata Subagyo kepada CNBC Indonesia dikutip Jumat (2/12/2022).

Seharusnya, lanjut dia, Bulog yang harus berbenah agar bisa mencegah lonjakan harga beras di pasar.

"Perbaiki tata kelola Bulog. Serap pada waktu panen raya, salurkan pada waktu paceklik. Jangan bersamaan serap dan salurkan. Kan di Bulog banyak orang pintar, harusnya bisa merencanakan supply chain bagaimana dan bisa prediksi," tukas dia.

Seperti diketahui, Bulog mewacanakan impor beras karena stok yang tipis di bawah 600 ribu ton dari seharusnya 1,2 juta ton. Keterbatasan stok itu dikhawatirkan memicu persoalan baru jika di dalam negeri terjadi kondisi tak terduga, seperti bencana alam dan harga-harga sembako yang semakin meninggi.

Senada dengan Bulog, Bapanas juga memperingatkan, stok yang minim berbahaya karena Bulog bertugas mengintervensi pasar saat terjadi gejolak harga di pasar.

Mengutip paparan Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Eselon I Kementan dan Bapanas dengan Komisi IV DPR, Rabu (23/11/2022), pengadaan beras oleh Bulog sejak awal tahun 2022, tertinggi di bulan April dengan 201.222 ton. Kemudian, Juni dengan 146.160 ton dan Mei dengan 138.684 ton. Bulan November berjalan Bulog tercatat menyerap 104.978.

Di luar bulan tersebut, pengadaan beras Bulog di bawah 100 ribu ton per bulan, bahkan ada yang di bawah 50 ribu ton.

Pada saat bersamaan, produksi beras nasional bulan April 2022 tercatat sebesar 4,45 juta ton, setelah mencapai puncak di bulan Maret dengan 5,49 juta ton.

"Kalau Bulog hanya beli 200-an ribu ton ya kurang. Apalagi katakan penyaluran sebulan bisa 250 ribu ton," kata Subagyo.

"Bulog kan bisa mendekati bandar-bandar beras itu. Nggak perlu boyong ke gudang Bulog. Titip aja di penyimpanan mereka. Tapi bikin komitmen, akan ambil kapan, berapa banyak. Seperti konsinyasi," tambahnya.

Dengan begitu, lanjut dia, Bulog juga seharusnya bisa merencanakan kapan melakukan intervensi saat harga di pasar melonjak gila-gilaan.

"Jangan asal operasi pasar setiap bulan. Lihat-lihat dulu. Jangan asal bereaksi, dengan dalih menekan inflasi. Kemarin BBM naik 30% efek inflasinya lebih tinggi lagi," katanya.

"Jadi nggak masuk akal di saat produksi surplus tapi impor. Menurut saya ini masalah manajemen di Bulog. Kenapa mendadak gini? Seharusnya kan bisa diprediksi setahun sebelumnya?," tambah Subagyo.

Sementara itu, Subagyo mengutip data Bapanas, sebaran stok beras nasional pada pekan kedua November 2022, sebanyak 3.320.246,88 ton adai di rumah tangga, 1.444.449,67 ada di penggilingan, dan 849.010,68 di pedagang.

Sisanya di Bulog, juga Horeka (hotel, restoran, dan kafe), Pasar Induk Beras Cipinang, dan lumbung pangan masyarakat.

Harga-harga Serba Melonjak

Sementara, imbuh dia, petani harus menanggung kenaikan biaya-biaya produksi.

"Sekarang, biaya produksi gabah naik sekitar 20%. Kenaikan dolar Amerika Serikat (AS) otomatis memengaruhi harga saprotan (sarana produksi pertanian) meski persentasenya nggak begitu besar," jelasnya.

"Tapi, harga pupuk nonsubsidi naik tajam karena gas yang naik tajam serta terhentinya pasokan pospat dan kalium akibat perang," tambahnya.

Kenaikan biaya produksi itu, kata Subagyo, menambah beban petani.

"Biaya produksi gabah tahun lalu masih Rp4.300 per kg GKP (gabah kering panen). Sekarang sekitar Rp5.500 per kg GKP," ungkap Subagyo.

Sementara, harga pembelian GKP kualitas air 25% dan kadar hampa 10% maksimal masih dipatok Rp4.200 per kg di petani dan Rp4.250 per kg di penggilingan.

Harga itu mengacu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 24/2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras.

Di sisi lain, harga beras terpantau masih melanjutkan kenaikan.

Panel Harga Badan Pangan Nasional mencatat, harga beras rata-rata nasional hari ini, Jumat (2/12/2022 pukul 12.35 WIB) naik Rp70 jadi Rp12.830 per kg premium dan naik Rp70 jadi Rp11.250 per kg medium.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto faktor suplai dan demand (permintaan) jadi faktor berpengaruh bagi kenaikan harga beras hingga jadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di bulan November 2022.

"Produksi beras di kuartal keempat tahun 2022 mengalami koreksi. Terjadi penurunan produksi di bulan Desember, akibatnya shortage stok beras nasional," kata Setianto dalam keterangan pers, Kamis (1/12/2022).

Kondisi ini diperparah kenaikan biaya produksi. Belum lagi, pedagang yang mengkhawatirkan keterbatasan pasokan juga melakukan antisipasi sehingga harga di pedagang naik.

Akibatnya, kata Setianto, kurangnya pasokan ditambah permintaan yang naik jelang akhir tahun memicu kenaikan harga beras.

"Ini beberapa hal penyebab fluktuasi harga beras," katanya

Secara umum, Setianto mengakui, kenaikan harga BBM turut andil memicu kenaikan harga-harga bahan pangan.

BPS mencatat, harga beras di bulan Oktober 2022 atau setelah kenaikan harga BBM di awal September 2022 naik dari sebelumnya di bawah Rp11.600 per kg ke Rp11.837 per kg dan terbang lagi ke Rp11.877 per kg di bulan November.

"Tahun 2021 lalu belum ada kenaikan harga BBM, sehingga dugaan kami kenaikan harga saat ini adalah second round effect BBM terhadap produk pertanian," jelas Setianto.

"Jika melihat harga tanaman pangan, khususnya padi, di tingkat produsen justru harga gabah kering giling turun atau deflasi 1,79% secara month to month (mtm/ bulanan). Di tingkat grosir naik 0,6% dan di tingkat eceran naik 0,37% secara bulanan," pungkas Setianto.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Alert! Usai Swasembada, Tahun Ini RI Terancam Impor Beras


(dce/dce)

Adblock test (Why?)


Perih Nasib Petani RI, Harga-harga Naik, Mau Dihajar Impor - CNBC Indonesia
Read More

Thursday, December 1, 2022

Kenaikan Harga BBM Naikkan Harga Beras di RI - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi 3 September 2022 berimbas terhadap naiknya harga beras di Indonesia. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menjelaskan ada dampak kenaikan harga BBM bersubsidi pada tanaman pangan, terutama hasil pertanian seperti padi.

"Mungkin karena terkait ongkos produksi seperti transportasi angkut, upah buruh, panen tanam, bajak, hingga harga gabah yang dijual petani mengalami peningkatan," jelas Setianto dalam konferensi pers, Kamis (1/12/2022).

Kendati demikian, harga tanaman pangan yang naik juga disebabkan karena adanya efek musiman. Namun dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2021, kata Setianto, harga hasil pertanian sebelum adanya kenaikan BBM tidak terjadi kenaikan harga.

"Sehingga dugaan awal kami merupakan, second round effect BBM (terjadi) di sektor pertanian," tambahnya.

Ia menurutkan melihat pola pertanian tanaman pangan, khususnya padi, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada November 2022 sebesar Rp 5.397/kg naik 0,81% secara month to month (mtm). Ini naik 16,06% secara tahunan (yoy).

Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani pada November 2022 sebesar Rp 5.785/kg turun atau -1,79% secara mtm namun naik 14,32 secara yoy. Adapun perkembangan rata-rata harga beras di penggilingan, grosir, dan eceran, BPS mencatatkan naik, baik secara bulanan ataupun tahunan.

Secara rinci, rata-rata harga beras di penggilingan pada November 2022 sebesar Rp 10.245/kg atau naik 0,85% dari bulan sebelumnya yang masih pada harga Rp 10.158/kg. Dibandingkan dengan November 2021 (yoy), beras di penggilingan pada November 2022 naik 10,78%.

Kemudian, rata-rata harga beras grosir pada November 2022 sebesar Rp 11.012/kg atau naik 0,6% dibandingkan dengan harga bulan sebelumnya yang hanya mencapai Rp 10.947/kg. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, naik 6,14%.

Adapun, rata-rata untuk beras eceran pada November 2022, BPS mencatat harganya mencapai Rp 11.877/kg. Angka ini naik 0,37% jika dibandingkan bulan sebelumnya atau 4,18% jika dibandingkan dengan November 2021.

"Beberapa komoditas pangan lainnya cenderung mengalami kenaikan harga konsumen. Ini dipicu harga produsen seperti telur ayam ras, yang akibat belum optimalnya produksi atau akibat dari akhir dini yang terjadi di telur ayam ras," jelas Setianto.


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

BPS Ungkap 5 Komoditas Biang Kerok Inflasi, Ada BBM & LPG!


(sef/sef)

Adblock test (Why?)


Kenaikan Harga BBM Naikkan Harga Beras di RI - CNBC Indonesia
Read More

Stok Kedelai Langka, Harga Tahu Tempe Melejit - Kompas.com - Kompas.com

KOMPAS.com - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto menyebutkan kenaikan harga tempe dan tahu disebabkan oleh stok kedelai di dalam negeri yang semakin menipis, sedangkan realisasi impor kedelai juga melambat.

"Kondisi ini kami himpun berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Kementerian Pertanian," ucap Setianto dalam Rilis Indeks Harga Konsumen November 2022 dikutip dari Antara, Kamis (1/12/2022).

Berdasarkan data portal Chicago Board of Trade, kenaikan harga kedelai impor sudah terjadi sejak September 2022. Kondisi tersebut pun tercermin pada data produk pangan turunan kedelai di Indonesia.

BPS mencatat produk pangan turunan kedelai dalam negeri mengalami kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir, yakni pada tempe yang sebesar Rp 12.421 per kilogram (kg) pada September 2022 menjadi Rp 12.682 per kg di Oktober 2022, serta Rp 12.949 per kg pada November 2022.

Baca juga: Ini Cara Agar Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sepi Penumpang

Untuk tahu, harganya meningkat dari sebesar Rp 11.330 per kg pada September 2022 menjadi Rp 11.438 per kg di Oktober 2022, serta Rp 11.680 per kg pada November 2022.

Dengan demikian, Setianto menyebutkan harga tempe dan tahu masing-masing meningkat 2,13 persen dibanding bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) dan 2,12 persen (mtm) pada bulan November 2022.

Peningkatan tersebut menjadikan kedua komoditas memberi andil inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) masing-masing sebesar 0,01 persen secara bulanan.

Jika dilihat secara tahunan, harga komoditas tempe dan tahu bahkan meningkat masing-masing sebesar 13,56 persen (year-on-year/yoy) dan 12,43 persen (yoy).

Baca juga: Ini Cara Agar Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sepi Penumpang

Dengan begitu, kedua komoditas ini memberi andil inflasi IHK masing-masing sebesar 0,05 persen secara tahunan.

Harga tempe dan tahu, kata dia, di sisi lain pun turut terpengaruh dinamika nilai tukar rupiah lantaran sebagian besar komponen produksi tempe dan tahu terdiri dari kedelai.

"Kedelai kita pun sebagian besar berasal dari impor sehingga sangat tergantung kepada nilai tukar rupiah," tutur dia. 

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah sampai dengan 16 November 2022 terdepresiasi 8,65 persen dibandingkan dengan level akhir 2021 (year-to-date/ytd).

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cari Utang Tambahan Rp 16 Triliun ke China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Stok Kedelai Langka, Harga Tahu Tempe Melejit - Kompas.com - Kompas.com
Read More

Wednesday, November 30, 2022

Alert! Harga Tepung Terigu 'Terbang' Lagi, Petaka Bagi UMKM - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tepung terigu kembali menanjak. Di saat bersamaan, juga mengalami lompatan setelah terkoreksi dalam 2 hari lalu, dari 757,82 sen dolar AS jadi 771,50 sen dolar AS per bushel pada 30 November 2022.

Panel Harga Badan Pangan Nasional mencatat, harga rata-rata nasional tepung terigu curah naik Rp400 jadi Rp11.410 per kg. Dan, Informasi Pangan Jakarta mencatat, harga tepung terigu di DKI pada 30 November 2022 naik Rp53 jadi Rp10.659 per kg, dengan harga tertinggi dilaporkan mencapai Rp14.000 per kg di Pasar Lenteng Agung. 

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan, lonjakan harga tepung terigu akan berdampak bagi pelaku usaha mikro kecil dan Menengah (UMKM) bidang pangan olahan. Terutama, jika tren kenaikan harga berlangsung lama.

Apalagi, lanjut dia, pelaku UMKM juga menanggung beban akibat kenaikan harga telur ayam. 

Pasalnya, jelas Reni, pelaku UMKM menyimpan stok dalam rentang waktu singkat. Artinya, lanjut dia, jika stoknya sudah menipis saat ini, otomatis akan membeli tepung terigu dengan harga yang sedang naik. 

"Kalau ada perubahan-perubahan begitu kan otomatis menurunkan volume kalau seandainya dia kehabisan stok. Wait and see lah. Sepanjang dia memang konsisten, seharusnya dia sih tidak menurunkan mutu, kan kepinginnya kalau memang harganya berubah ya berubah," kata Reni kepada CNBC Indonesia dikutip Kamis (1/12/2022). 

Menurutnya, lebih baik pelaku UMKM menaikkan harga jika memang tidak bisa balik modal, daripada menurunkan kualitas yang akan memicu anjloknya minat konsumen. 


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Dorong Kemajuan UMKM, Event BRI Ini Raih Penghargaan


(dce/dce)

Adblock test (Why?)


Alert! Harga Tepung Terigu 'Terbang' Lagi, Petaka Bagi UMKM - CNBC Indonesia
Read More

Harga Minyak Mentah Naik US$2 karena Pasokan yang Lebih Ketat - Investasi Kontan

[unable to retrieve full-text content]

Harga Minyak Mentah Naik US$2 karena Pasokan yang Lebih Ketat  Investasi Kontan
Harga Minyak Mentah Naik US$2 karena Pasokan yang Lebih Ketat - Investasi Kontan
Read More

Lebih Murah dari Daihatsu Sigra, Harga Mobil Listrik DFSK Mini EV Mulai Rp 120 Juta Jika Kena Subsidi - MSN

Lebih Murah dari Daihatsu Sigra, Harga Mobil Listrik DFSK Mini EV Mulai Rp 120 Juta Jika Kena Subsidi © Disediakan oleh GridOto DFSK Mini ...